Awal Mula Sejarah Kapal Laut

DEFINISI KAPAL

Yang disebut kapal ialah suatu wujud konstruksi yang dapat terapung (floating) di air dan mempunyai karakter muat bersifat penumpang atau barang yang karakter geraknya dapat dengan dayung, angin atau mesin.Di di dalam arti perkapalan,arti kapal terdapat arti asing yaitu:

1. SHIP

Disebut untuk kapal yang berukuran besar

2. BOAT

Disebut untuk kapal yang berukuran kecil

3. VESSEL

disebut untuk kapal yang berukuran besar dan kecil

4. CRAFT

Disebut untuk kapal yang berukuran kecil saja

5. CARRIER

Juga sering dipakai untuk kapal-kapal yang mengangkut barang curah / Bulk Carrier, kayu / Log plus Timber Carrier.

6 .BARGE atau TONGKANG

Ialah suatu alat apung yang karakter muatannya dapat bersifat cair (air atau minyak ) atau barang umum lainnya,biasanya tongkang ini ditarik oleh kapal tarik (tug boat) di dalam hal ini alat apung selanjutnya bukan jenis kapal,lain halnya andaikata tongkang selanjutnya mempunyai alat penggerak sendiri andaikata self Propelled Barge adalah suatu wujud kapal

SEJARAH

Daratan merupakan lingkungan hidup manusia yang wajar, tapi laut juga merupakan tantangan, lebih-lebih semasa awal perabadan pun manusia udah memicu perahu / kapal dan memberanikan diri turun ke laut, Kamu bisa melihatnya disini : PerusahaanKapal.Topseo.co.id.

Kemungkinan wujud terawal perahu bersifat “sampan jalur” yang kini tetap muncul kini di sungai-sungai Kalimantan. Tetapi untuk menempuh jarak jauh pastinya diperlukan perahu yang lebih besar.

Gambar-gambar perahu yang udah ditemukan, diperkirakan dibikin terhadap 6000 tahun yang lalu, tapi tidak diragukan lagi bahwa manusia udah dapat memicu perahu sejak lama sebelumnya.

Mungkin perahu mulai dikenal kala seseorang menggunakan batang kayu yang hanyut atau seikat batang-batang gelagah untuk membantunya terapung di atas air. Kemudian secara kebetulan ditemukan bahwa kekuatan apung kayu berongga lebih besar dari kayu padat, Kamu bisa melihatnya disini : Perusahaan Penjual Kapal Purse Seine.

Selanjutnya manusia mempelajari langkah mengikat ranting atau gelagah untuk dijadikan rakit dan langkah memicu perahu rongga gelagah untuk dijadikan rakit dan langkah memicu perahu rongga dengan melubangi sebatang kayu. Untuk menyempurnakan penemuan selanjutnya ia beri tambahan kayuh / cadik dan sesudah itu menempatkan layar terhadap kedua macam kendaraan air ini.

Rakit adalah perahu yang dibikin dengan memadukan bahan-bahan. Mungkin dari rakitlah berkembang perahu betul-betul yang pertama. Perkembangan perahu rongga menemui jalur buntu gara-gara besarnya terbatas, tapi bangsa-bangsa primitif tetap menggunakannya.

Di jaman lampau mereka lakukan pelayaran yang fantastis dengan perahu-perahu itu lebih dari 1000 tahun yang lalu, Bangsa Polinesia menyeberangi Lautan Pasifik pulang-pergi dengan perahu rongga. Sedikit demi sedikit kapal laut disempurnakan dari perahu jaman batu sampai jadi wujud kapal panjang Punisia.

Perahu yang disebut balsa ini digunakan sejak zaman dahulu di danau Titicaca, Peru. Balsa dibikin dari ikatan-ikatan gelagah dan cuma dapat digunakan selama {beberapa|sebagian|lebih dari satu} bulan saja gara-gara gelagah cepat membusuk dan hancur.

Perahu Brigg yang dibikin terhadap zaman batu panjangnya 16 meter dan lebarnya 1,35 meter. Untuk perahu rongga ukuran selanjutnya adalah luar biasa. Perahu ini diperkuat dengan balok-balok kayu yang melintang terhadap jarak-jarak khusus selama badannya.

Melalui lubang-lubang yang dibor terhadap kedua sisi perahu itu direntangkan tali kulit, agar sisi perahu itu menghimpit dengan kuat terhadap balok yang melintang tadi.

Diantara para pelaut yang paling terkenal di zaman dahulu adalah bangsa Punisia, Mereka mendiami area yang sempit, tidak subur yang terletak di antara Laut Tengah dan padang pasir.

Karena itu tidak mengherankan jikalau mereka pilih laut sebagai area melacak nafkah. Mungkin merekalah pelaut pertama yang lakukan pelayaran terlepas pantai dan mengelilingi benua Afrika (kira-kira terhadap 600 tahun SM).

Kapal-kapal mereka menguasai perdagangan di Laut Tengah ke arah utara mereka berlayar sampai ke negeri Inggris. Orang Punisia memicu berjenis-jenis kapal dagang dan kapal perang kapal bulat lonjong dengan tenaga layar dan dayung sebagai cadangan, Kapal-kapal panjang dan ramping dan laju dengan tenaga dayung dibantu layar digunakan sebagai kapal perang.

Sekitar abad 27 SM orang Mesir udah membangun perahu dari batang papyrus. Perahu mereka mengarungi sungai Nil dan laut Merah. Perahu jaman purba tidak berani jauh dari daratan, agar dapat enteng menyadari posisi dari tanda-tanda yang muncul dari pesisir. Ancaman yang ada cuma bersifat dampak kandas atau menabrak karang.

Tetapi jikalau daratan tidak muncul lagi lebih susah mengetahui posisi dengan tepat. Para pelaut terpaksa melacak akal. Laut Tengah dijuluki area lahir “Ilmu Navigasi” gara-gara disitu para pelaut Barat untuk pertama kalinya memberanikan diri mengarungi lautan terbuka.

Perahu papyrus memang adalah rakit yang dapat terapung. Untuk menghindar agar batang papyrus tidak banyak menghisap air, batang-batang disatukan jadi berkas besar. Jenis perahu paling kuno di Mesir yang terbuat dari batang papyrus banyak terdapat di sana. Sekitar 30 abad SM perahu itu udah berlayar ke Kreta dan Libanon.

Agaknya bangsa pelaut yang paling terkenal di zaman bahari adalah bangsa Viking. Mereka mengarungi lautan Atlantik menuju Amerika Utara di atas kapal-kapal panjang yang ramping dan cepat. Kemampuannya mengarugi lautan dibuktikan kala terhadap tahun 1893 tiruan kapal itu sukses menyeberangi lautan Atlantik.